Arsip

Arsip Bulanan: Agustus 2010

Anugerah terindah dalam hidup bermacam dan beragam, salah satunya adalah ketika cita-cita mampu kita gapai. Bukan dilematis tapi sebagai ungkapan haru barangkali, karena kelulusan ini memeberikan banyak arti hidup, arti sebuah perjuangan, cinta, sahabat, kasih sayang dan kebahagiaan.

Satu cita-citaku kini tergapai, aku lulus dan sekarang sarjana. Sebuah kesuksesan simbolik yang memang menjadi tujuan utamaku. Dengan nilai jayyid, sungguh mengharukan. Sebuah nilai sakral apalagi di jurusanku Aqidah filsafat , Setahuku baru dua orang Indonesia yang lulus dengan predikat itu,.Teman teman yang lain banyak yang mengulang, Bahkan dulu, lulus dengan nilai cukup sebenarnya adalah teks doaku. Alhamdulillah tuhan memberikan lebih.

Bahagia ini bukan semata mata karena kelulusan itu saja, lulus mungkin hanya sebahagian saja, lebih dari itu karena, kelulusan ini adalah impian orang-orang yang kucinta. Seperti yang pernah aku katakan.

Jika dulu aku hanya mampu menyemaikan impian buta untuk mereka, sekarang, mereka orang yang aku cinta nyata dengan kebahagiaan ini, mendengar apa yang aku alami, mereka bahagia.Dan aku bahagia melihat mereka bahagia. Sangat simpel kelihatannya. tapi itulah dasar mengapa bahagia ini terasa lebih.

Ibuku adalah orang pertama yang paling bahagia atas semua ini, Orang yang paling pertama aku beritahu akan kelulusan ini. Read More

Sedikit bernostalgia, bercerita tentang humaniora kampung Mandar, Campalagian, Sulawesi Barat. Daerah kecil yang mempunyai banyak hal-hal besar yang mungkin bisa, pantas untuk saya ceiritakan. Ditanah tersebut Aku lahir dan besar. Lita’mandar, Tanah Mandar, Campalagian.

Campalagian adalah nama sebuah kecamatan. Mempunyai 14 desa; Laliko, Lapeo, Kenje, Suruang, Pappang, Bonde, Parappe, Panyampa, Lemo, Katumbangan, Lampoko, Ongko, Sumarrang, dan Botto. Bisa dikata semua desa ini merupakan daerah pinggiran pantai, kecuali Laliko dan Suruang, letaknya sedikit agak menanjak ke peguungan. Tapi, itupun pengecualian yang bukan jauh dari pinggiran pantai, karena jaraknya bisa ditempuh dengan sangat mudah.

Kota pesantren dengan ciri khas kitab kuning memberikan warna tersendiri untuk daerah ini. Tak hayal kalau daerah Campalagian bermukim banyak penduduk luar Daerah yang datang menuntut ilmu Agama. Pengajian kitab ini layaknya sebuah intan permata yang nampak berkilau disinari cahaya matahari. Indah menerangi sekitarnya. Menjadi maskot tersendiri bagi Kecamatan Campalagian. Kenbanggaan masyarakat Mandar.

Penjual ikan yang pandai baca kitab kuning? Tukang kayu yang faham dengan fasih membedakan antara fiil, fail san maful? Tukang batu yang mengerti dan mampu menjelaskan isi dari tafsir berbahasa arab? Atau, seorang anak kecil menghafal luar kepala timbangan sharaf yang mempunyai perubahan sampai beribu ribu kali, itu semuanya bukanlah hal yang tabu di Daerah ini. Bahkan Panette, (tukan tenung sarung mandar) berdebat soal kedudukan i,rab sebuah kalimat Arab Sudah biasa dan bukan menjadi sesuatu yang jauh dari hal yang impossible di Daerah ini. Hebat dan benar-benar unik. Read More

Setelah shalat subuh kutulis catatan ini. Entah kapan aku mengenal keluarga ini, jelasnya aku tak ingat….

Yang ada di benakku, awalnya Kami berkenalan di Kuliah. Hanya satu tahun saja Kami duduk satu ruangan, karena akhirnya Dia tidak naik ke tingkat dua, dan pada tahun selnjutnya saat Kami naik ke tingkat tiga, ternyata Dia masih tertinggal di tingkat satu, dengan keadaan itu membuat Dia berinisitif berhenti kuliah fokus pada kerja.

Setelah Dia tertinggal di akhir tahun ajaran pertama, Aku berusaha untuk tidak tampak lagi di hadapannya, Aku yakin Dia akan malu karena sebenarnya tidak naik tinggkat merupakan aib tersendiri buat orang Mesir. Apalagi Dia yang jelas mati-matian belajar dan sangat rajin ke kuliah. Aku ingin mengimbanginya, Aku seakan menjauh darinya, atau mungkin baiknya Aku tidak bertemu lagi.

Pikirku Dia akan lupa atau mungkin akan marah terhadap tingkahku. namun ternyata tidak sama sekali. Berkali kali saat Aku dengan teman-teman kumpul di ruang kuliah, Dia datang menghapiri Kami. Menghampiri orang-orang yang selama ini menginkan jauh dari dirinya. Kusadari sikapku saat itu salah.
Read More

Keluarga cemara

Menu buka puasa kali ini cukup spesial. Hasil cipta rasa Keluarga Cemara. Komunitas kecil anak anak Sulawesi yang tinggal di Katamea. Personilnya hanya beberapa orang saja. Ada kesaaaman hoby. Inters dan faktor kekeluargaan dan kedekatan batin yang membuat kami berbaur mendirikan sebuah keluarga yang tanpa melalu akad nikah “tau tau” bin “tiba-tiba” besar sendiri dan dikenal dengan Keluarga Cemara.

Keluarga cemara mempunyai KEBIASAAN yang menonjol TIDAK dibidang keilmuan tapi lebih spesipik di persoalan sosial kemasyarakatan *kaayak mau bawa materi saja di balai Desa haha* But akan tetapi jangan remehkan soal keilmuan orang orang ini…, karena, sekedar bocoran soal UAS tahun kemarin, hanya Saya saja, Ammu Nuzur dan Arifji yang masih S1 alias yang lainnya sudah S2, semuanya calon Master doktor dan professor! BeluTkaa eitss maksutku Betulkaa!

Yah, kebiasaanya sih gak berat berat amat. Gak ringan juga. Gak pendek juga. Gak tinggi juga. Memang sih semuanya mahasiswa. Tapi untuk Keluarga Cemara ini, bukan dibuat kumpul untuk diskusi atau kajian ilmiah, atau persentase seputar materi2 kuliah yang dianggap susah dan memerlukan bantuan pembimbing yang mempuni. Sekali lagi, BUKAN.
Read More

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.