Arsip

Arsip Bulanan: Oktober 2011

Buat raga yang masih sangat kekurangan. Di Nopember ini teruslah semangat. Kerjakan apa yang ingin kamu kerjakan. Dan orientasi kan perbuatanmu itu untuk mendapatkan sisi kemuliaan di dekat Nya. Semoga apa yang engkau inginkan terwujud dan engkau semakin dekat dengan cita-citamu.

Buat jiwa yang mencinta. Cintailah apa yang ingin kamu cintai. Aku telah menyampaikan kediripribadi untuk biarkan jiwa memilih jalan hidupnya dalam tuntunan logika dan logaritma cinta. Karena jiwa yang berjalan akan sampai kepada tujuan yang ia inginkan. Tertuntun tidaknya. Bahkan jauh atau dekatnya jalan yang ia tempuh ke tujaun yang di inginkan. Biarkan jiwa dan cinta berkereasi di sepanjang jalan itu. Karena sebenarnya, hidup jiwa dan cinta telah mengetahui tujuannya sejak dahulu, ia hanya memberimu kesempatan untuk melepaskannya dengan cinta dan ia juga ingin memberimu pelajaran akan betapa sangat penting juga penghargaan terhadap usaha.

Kini, biarkanlah hatimu menjadi nahkoda akal dan nafsumu. Menciptakan ramai dalam dunia jiwa. Mulailah dengan membiasakan akalmu mendengar suara hati. Membiasakan pilihan hatimu bersuara. Melantangkan suara kata tidaknya terhadap apa yang ia tidak setujui. Yah, tentunya dengan kerja sama raga untuk tetap menjaga tata krama dan menjunjung tinggi etika bergaul dalam Read More

Dalam kesempatan ini kami mencoba meberikan pejelasan singkat tentang ilmu yang terpuji dan tercela menurut imam al Gazali, pembahagiannya serta hukum yang tercakup pada pembahasan ini. Secara global, hukum penuntutan ilmu menurut Hujjatul islam imam al Gazali itu bisa terbagi dua menajdi fardhu ain dan fardhu kifaya.

Apa yang dimaksud ilmu yang fardhu ain?

Imam Al Gazali menjelaskan, sesuai hadits Rasulullah saw. “Menuntut Ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim” menunjukkan penuntutan ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Namun kini muncul pertanyaan, apakah semua cabang ilmu itu wajib untuk dipelajari? Ataukah hanya ilmu tertentu saja? Yang fardhu ain dalam hadits ini sebenarnya yang mana? Al Gazali menjelaskan dalam ihya Ulumuddin dalam memaknai hadits ini manusia banyak berbeda pendapat. Menurut al Gazali ilmu yang fardhu ain (setiap orang wajib mempelajarinya) terdapa sampai lebih duapuluh lebih pendapat. Berbeda menurut bidangnya masing masing.

Para ahli kalam mengatakan bahwa yang fardhu ain itu adalah ilmu kalam. Karena dengan ilmu ini kita bisa memahami makna tauhid. Mengetahui dzat dan sifat-sifat Allah SWT. Read More

Dalam perjalanan sejarah manusia, muncul berbagai macam kepercayaan terhadap Tuhan. Ada kepercayaan yang disebut ‘dinamisme’ yang berarti kepercayaan kepada kekuatan gaib yang misterius. Dalam paham ini ada benda-benda tertentu yang mempunyai kekuatan gaib dan berpengaruh pada kehidupan manusia sehari-hari. Kekuatan gaib itu ada yang bersifat baik dan ada yang bersifat jahat. Benda yang mempunyai kekuatan gaib baik tentu akan disenangi, dipakai dan dimakan agar orang yang memakai atau memakannya senantiasa dipelihara dan dilindungi oleh kekuatan gaib yang terdapat di dalamnya. Sebaliknya, benda yang mempunyai kekuatan gaib jahat tentunya akan ditakuti dan dijauhi.

Ada pula kepercayaan yang disebut dengan ‘animisme’ yang berarti kepercayaan bahwa tiap-tiap benda, baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa mempunyai ruh. Tujuan mem-percayai ruh ini adalah untuk mengadakan hubungan baik dengan ruh-ruh yang ditakuti dan dihormati itu dengan senantiasa berusaha menyenangkan hati mereka dan menjauhi perbuatan yang dapat membuat mereka marah.

Ada lagi kepercayaan yang disebut dengan ‘politeisme’, yakni kepercayaan kepada dewa-dewa. Dalam kepercayaan ini hal-hal yang menimbulkan perasaan takjub dan dahsyat bukan lagi dikuasai oleh ruh-ruh, tetapi oleh dewa-dewa. Kalau ruh dalam animisme tidak diketahui tugas-tugasnya yang sebenarnya, dewa-dewa dalam politeisme telah mempunyai tugas-tugas tertentu. Ada dewa yang bertugas memberikan cahaya dan panas ke permukaan bumi. Dewa ini dalam agama mesir kuno disebut Ra, dalam agama India Kuno disebut Surya, dan dalam agama Persia Kuno disebut Mithra. Ada pula dewa yang tugasnya menurunkan hujan, yang diberi nama Indera dalam agama Mesir Kuno, dan Donnar dalam agama Jerman Kuno. Selanjutnya ada pula dewa angin yang disebut Wata dalam agama India Kuno, dan Wotan dalam agama Jerman Kuno.

Karen Amstrong dalam bukunya Sejarah Tuhan menjelaska adanya dalam diri manusia kekuatan pencarian tuhan disetiap peradaban. Telah banyak kajian teori tentang asal usul agama, dan didapati penciptaan tuhan telah lama dilakukan oleh manusia. Karen Amstrong juga menutip gagasan adanya perasaan gaib yang menjadi dasar adanya agama dari buku The Idea of The Holy karangan Rudolf Otto, ahli sejarah agama berkebangsaan Jerman. Mulai sejak penciptaan pertama, dengan cara yang berbeda beda sudah menginginkan dan meyakini adanya tuhan. Sejak 4000 SM oleh sekelompok manusia yang dikenal dengan orang Sumeria yang menurut ahli sejarah mempunyai perdaban terbesar pertama di dunia merupakan bukti sejarah akan hal tersebut. Read More

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.