Arsip

Arsip Harian:31/10/2011

Buat raga yang masih sangat kekurangan. Di Nopember ini teruslah semangat. Kerjakan apa yang ingin kamu kerjakan. Dan orientasi kan perbuatanmu itu untuk mendapatkan sisi kemuliaan di dekat Nya. Semoga apa yang engkau inginkan terwujud dan engkau semakin dekat dengan cita-citamu.

Buat jiwa yang mencinta. Cintailah apa yang ingin kamu cintai. Aku telah menyampaikan kediripribadi untuk biarkan jiwa memilih jalan hidupnya dalam tuntunan logika dan logaritma cinta. Karena jiwa yang berjalan akan sampai kepada tujuan yang ia inginkan. Tertuntun tidaknya. Bahkan jauh atau dekatnya jalan yang ia tempuh ke tujaun yang di inginkan. Biarkan jiwa dan cinta berkereasi di sepanjang jalan itu. Karena sebenarnya, hidup jiwa dan cinta telah mengetahui tujuannya sejak dahulu, ia hanya memberimu kesempatan untuk melepaskannya dengan cinta dan ia juga ingin memberimu pelajaran akan betapa sangat penting juga penghargaan terhadap usaha.

Kini, biarkanlah hatimu menjadi nahkoda akal dan nafsumu. Menciptakan ramai dalam dunia jiwa. Mulailah dengan membiasakan akalmu mendengar suara hati. Membiasakan pilihan hatimu bersuara. Melantangkan suara kata tidaknya terhadap apa yang ia tidak setujui. Yah, tentunya dengan kerja sama raga untuk tetap menjaga tata krama dan menjunjung tinggi etika bergaul dalam Read More

Dalam kesempatan ini kami mencoba meberikan pejelasan singkat tentang ilmu yang terpuji dan tercela menurut imam al Gazali, pembahagiannya serta hukum yang tercakup pada pembahasan ini. Secara global, hukum penuntutan ilmu menurut Hujjatul islam imam al Gazali itu bisa terbagi dua menajdi fardhu ain dan fardhu kifaya.

Apa yang dimaksud ilmu yang fardhu ain?

Imam Al Gazali menjelaskan, sesuai hadits Rasulullah saw. “Menuntut Ilmu adalah fardhu bagi setiap muslim” menunjukkan penuntutan ilmu itu wajib bagi setiap muslim. Namun kini muncul pertanyaan, apakah semua cabang ilmu itu wajib untuk dipelajari? Ataukah hanya ilmu tertentu saja? Yang fardhu ain dalam hadits ini sebenarnya yang mana? Al Gazali menjelaskan dalam ihya Ulumuddin dalam memaknai hadits ini manusia banyak berbeda pendapat. Menurut al Gazali ilmu yang fardhu ain (setiap orang wajib mempelajarinya) terdapa sampai lebih duapuluh lebih pendapat. Berbeda menurut bidangnya masing masing.

Para ahli kalam mengatakan bahwa yang fardhu ain itu adalah ilmu kalam. Karena dengan ilmu ini kita bisa memahami makna tauhid. Mengetahui dzat dan sifat-sifat Allah SWT. Read More

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.