Muqarrar Al Quran.

“Laisa Azhariy man lam yahfadzil Quran”. Ungkapan Syekh Thantawi, Syaikh azhar memang seyogyanya kita pegang sebagai mahasiswa Al Azhar. Tidak mesti keseluruhan menurut penulis tapi sekurang kurangnya Menghafal Al Quran sebagai muqarrar,diktat kuliah di Azhar.

Di awal tahun ajaran 2008/2009. Persoalan muqarrar Al Quran yang dikabarkan turun dari 2 juz di pertahunnya menjadi satu juz saja. Tentunya kabar ini membuat banyak Azhary (mahasiswa/i Al Azhar) besruka cita. Begitupun penulis. Turunya Qarar al Quran ini tentulah akan lebih memudahkan kelulusan para mahasiswa Al Azhar.

Tapi tak lama setelah term I usai. Kembali lagi ramai di bicarakan persoalan Muqarrar al Quran.  Bukan karena turunnya. Melainkan ada isu yang mengatakan al Quran kembali seperti sediakala. Dua juz pertingkatnya. Dan dibuthhkan delapan jus untuk menjadi sarjana Al Azhar.  Seperti tahun lalu. Pancaroba dan ketidak jelasan yang kini menimpa para mahasiswa tentunya akan berdampak negative jika kita tidak peka menyikapinya.

Tak ada statistik yang pasti menggambarkan angka ketidak lulusan mahasiswa Al Azhar di bidang Al Quran. Tapi tidak berlebih jika dikatakan hampir setengah dari jumlah mahasiswa Al Azhar. Termasuk mahasiswa Indonesia tidak bisa lulus lantaran terhambat di Al Quran. Buktinya,  Sederetan kata Rasib dibidang Al Quran kita bisa dapati saat natijah kelulusan di umumkan. Mulai dari tahun satu, dua, tiga, empat bahkan di dirasat ulya, Program Magister, S2.

“Seidakan payung sebelum hujan”.  Mungkin akan sangat pas mewakili Mauqif kita dalam hal kali ini. Mengambil jalan yang “aman aman saja”.  Menempa  diri, mempersiapkan dua juz pertahun.  Menghafal Al Quran sebagai mata kuliah yang mendasar di Azhar bukanlah sebuah hal yang susah jika kita lakukan sejak dini. sekarang dan saat ini.

Dan satu yang pasti, bukanlah suatu kerugian jika kita menghafal delapan juz. Meski yang di tuntut nanti cumin satu juz saja. Bahkan seandainya kita mau, Al Quran keseluruhan pun tidak menjadi sebuah permasalahan. Toh, kita tahu sendiri betapa besar pahala yang di janjikan Allah bagi para Hafidzul Quran. Wallau a’lam bi shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s