Kejutan2 Tuhan.

#Soledad- Westlife.

Malam ini ada kerinduan lagi untuk bercerita dalam Blog ini.
Lama jua rasanya tak pernah buka akun wordpressku.
Padahal niatnya dulu, dibuat untuk di aktifkan.
Tempat belajar menulis. Kini beberapa bulan ini terabaikan.

Well, no problem! segalanya masih dalam keadaan baik baik saja.
Tak ada yang spesial sih dalam tulisan kali ini.
Tak ada pesan yang penting juga, menurutku
Kata orang sih,
tulisan yang baik itu tulisan yang ada pesan di dalamnya.
Tapi entahlah,,,, Yang penting aku menulis.

Di penghujun akhir studyku di Al-Azhar ini.
Banyak kecemasan yang datang -tapi benar2 membuatku cemas-.
Banyak fikiran, pertimbangan, dan pilihan2 rumit
Kata teman lagi, itu murni katanya, pengaruh yang tidak asing,
alias sering terjadi untuk orang-orang yang sudah tingkat akhir.

Mungkin benar. Saya juga langsung meng-iya-kan.
Apalagi teman yang ber-tuah, memang sudah selesai.
Sudah program pasca juga. Tetapi, yang jadi permasalahannya itu,
sama sekali tidak ada jalan keluar real yang saya rasa.
Hanya himbauan yang basi ‘jalani saja, ntar juga akan berakhir’.
“Tidak apa apa menganggur satu tahun lagi” dan ini yang aku benci!
Nganggur!

Begitu banyak permasalahan tapi tak satupun kata kunci
yang di tawarkan dan bisa Saya tawarkan.
Biasanya Saya paling jago buat solusi untuk orang lain. (jago dari hongkong)
Tapi suer, untuk diri saya sendiri, saya terkadang tidak tahu
BAGAIMANA SAYA HARUS MELANGKAH.

Semakin menumpuk juga rasanya. Dan semakin saya pikirkan,
masalah ini semakin ruwet. susah. sulit. dan
Kadang sampai buat migran kepala. Apalgi di tambah diktat kuliah.
Diputar kanan kiri. Depan belakan tak kunjung juga
sebuah solusi yang mencerahkan.
Dari berbagaimacam solusi yang jadi tawaran.
Sad ending pasti ada di salah satu pilihan pilihan itu.
Artinya,harus ada yang saya korbankan.
Padahal, maunya semua masalah ini indah pada waktunya.

#Bellaluna- Jason Mraz….

Awalnya apa yang saya pikirkan, tak complicate seperti ini
sebelum Tante saya menawarkan sebuah tawaran yang menggiurkan
anugerah yang membuat makan Saya terasa nikmat
meski cuman telur goreng saja.

Tawaran itu membahagiakan tapi sekaligus menantang masa depan Saya,
yang selama ini telah tertata rapi.
Program-program buar. Tidak teratur dan memusingkan.
Semangat yang kini terjaga sedikit goyah. Jadi banyak fikiran.

Tak percaya, di awal Desember 2009 Sms dari Ibu saya
datang dengan sebuah berita gembira, Diatas mobil menujuh kuliah,
Hp saya berdering dengan ringtone Sms. Saya langsung membacanya
“Nak, Tantemu ingin kamu haji sebelum pulang!
InsyaAllah kamu akan naik haji”
(Sms aslinya kurang lebih kalimatnya seperti diatas)

Waw, siapa juga yang tidak senang dapat tawaran haji.
Dalam daftar program hidup sampai ke jenjang Doktoral (Semoga tercaapai)
Haji, seperti istilah nikah di program teman Saya,
“Saya tidak tahu persis dimana saya menaruhnya”.
Selain kesempatan memang dana menjadi faktor utamanya
Hanya menunggu keajaiban tuhan,
Keajaiban yang Saya harap bejalan mesra dengan program Studyku.

Keajaiban itu telah datang. Saya dapat tawaran Haji. Gratis lagi…
But its not easy for me….
Sangat membingunkanku dengan ke-mungkinan2nya.

Saya yang akan selesai tahun ini
Itu berarti dengan tawaran tadi Saya akan di hadapkan pada pilihan2 yang sulit.
Yang jelasnya ada beberapa kepastian yang menggiurkan, tapi yang susah
adalah menggabungkannya kepastian itu. Sulit dalam pikiranku.
Saya tidak mengatakan tidak mungkin, tapi sangat sulit.

Saya ingin membaginya disini.

#Afgan-Padamu ku bersujud.

Sebelum pilhan itu saya ceritakan Saya mau katakan,
“nanti betul2 keputusan takdir Tuhan yang tidak boleh tidak,
baru Saya akan korbankan jatah umur penuntutan ilmuku”.
Alias dengan kata lain, saya tidak mau tinggal apalagi menganggur!
Kalau saya sudah berusaha, tapi kemudian gagal itu baru Takdir!

Nah, setelah itu simak baik baik bagian berikut.
Kembali lagi, Tingkat terakhir kuliah…
Seperti yang saya katakan sebelumnya
sebentar lagi aku akan di perhadapkan pada dua kemungkinan
terbesar dalam sejarah hidupku.
Pertama LULUS, dan yang kedua TIDAK LULUS.

Memang kita bukanlah penentu nasib,
tapi Saya adalah orang yang selalu yakin,
Tuhan bersama prasangka hambanya,
positif thingking atas takdir Tuhanku.
Asal dengan usaha yang giat tentunya.

Angggaplah saya LULUS oleh sang mahabijaksana.
Oke, Saya LULUS.

Di taraf kulminasi dimana Saya telah mencapai cita2
dengan menyelesaikan s1 tepat pada waktunya,
dari situ juga berarti adalah awal dimana Saya di tuntut untuk
menyelesaikan s2 Saya,yang tentu juga tepat pada waktunya.
Titik.
Dari sinilah sebenarnya semeraut masalah itu menyapaku.
Parahnya lagi, masalah ini sudah Saya rasakan sekarang ini,
masa yang sebenarnya masalah itu jauh belum terjadi.
Mungkin saya bodoh, tapi saya betu-betul terpengaruh oleh situasi itu!

Disana akan ada tiga pilihan lagi.
1. Daftar s2, lanjut Megister yang sudah jadi cita2.
2. Haji ke tanah suci.
3. Dapat tiket pulang dari Bait Zakat.

Ketiganya mungkin tidak akan susah kalau tidak dalam keadaan yang bersamaan.
Mungkin aku bisa menggabungkan Daftar s2 dan pulang ke Indo.
Atau Haji dan pulang ke Indo. Tapi menggabungkan ketiganya, susah….

Haji yang di tawarkan harus tahun ini, dan bulan haji,
bertepatan dengan ujian penerimaan mahasiswa s2 Al Azhar.

Kalau Saya memilih Haji.
Artinya lagi Saya harus menunda ujian s2ku.
Dengan kata lain “setahun nganggur jadi pilihan”
Dan ini pasti akan berdampak pada susahnya dapat visa tinggal
Visa dan Passport habis dan mati tahun ini!
Bagaimana saya bisa kembali kesini lagi?
Akankah kesempatan kedua lebih bersemangat?
Bukankah kesempatan untuk masuk s2 ini sangat aku impikan??
Impian oh impian….

Atau Saya ikut ujian dan akan tidak berangkat haji,
mengecewakan Tante dengan OHN-nya yang gratis
hanya karena dia ingin Saya bertemu dengannya di Mekkah tahun ini?
Tidak enak mengatur sebuah pemberian….
Panggilan Tuhan oh panggilan Tuhan,
akankah Saya mengabaikanmu?
Akankah datang lagi panggilanmu yang kedua kalinya??

Ah, sungguh susah memilih diantara dua yang baik.
Sungguh ini adalah sebuah masalah!
Aku harus lulus!
Tiket pulang tidak akan datang untuk orang yang tinggal!
Masalah! Bingung!

Tinggal sendiri, merenung dan membiarkan semua ini terjawab
sambil menunggu,
kejutan kejutan indah dari Tuhan….

4 thoughts on “Kejutan2 Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s