Terperangkap; Malu luar biasa.

Ini mungkin sebuah lelucon yang paling memalukan dalam hidupku.
Untuk saat ini, cerita ini kuabadikan untuk mengenang peristiwa itu!

Tepatnya dua hari yang lalu, Saat Aku, Irsyad dan K Ridwan
pergi ke Giza. Hari itu, karena pengurusan beasiswa K Ridwan
yang baru saja terdaftar di Bait Zakat, dan harus melengkapi beberapa
data -pernyataan adamul minha- dari beberapa instansi terkait,
dalam hal ini Al Azhar, Wamy dan Majlis A’la. Mendesak dan
karena Aku adalah salah satu orang yang tahu tempat2 tersebut
K Ridwan memintaku untuk menemaninya….

Hari itu benar2 sial! Hari malu sedunia. Mengingatnya juga
Aku tertawa sendirian… Semua ini gara2 hanya sebuah ketidak sengajaan.
Pas sampai di seputaran Abbasiah, di Halte Abbasiah
tidak sengaja Aku menginjak kotoran anjing.

Duh! Pas waktu nunggu bus Aku tidak merasa ada yang aneh.
Irsayd dan K Ridwan juga, bahkan para penunggu bus yang lain.
Tidak “curiga” sama sekali. *Kayaknya gara2 musim dingin, hidung2 pada tersumbat hehe

Perasaanku juga kayaknya tersumbat.
Tidak ada perasaan berubah, dari sepatuku saat aku injak kotoran itu.
tidak ada yang berubah sama sekali….
Biasanya kan, kalau kita injak sesuatu ada perasaan berbeda.
seperti beceklah atau mungkin kaki terasa semakin berat.
Atau apaalah….Tapi saat itu, tidak.
Memang saya meraasa seolah tidak terjadi aapa apa. Hehe

Singkat cerita. Akhirnya busnya tiba. Aku pun naik.
Dan Sama sekali waktu itu belum ada bau dan jalanku masih normal.
Eh, dua menit tiga menit K Ridwan menyapa
“Dol, kedepan yuk! diantaara penumpan ada yang injak kotoran”
Tegurnya dengan sesekali memegang hidung, pertanda bau.
Majulah Kami kedepan. *Kebetulan kami naik dari pintu belakang

But, tapi….

Setelah Kami maju….

ternyata bau itu masih ada….

Timbullah seribu tanda tanya diantara Kami….

“Baunya masih ada Dol” Tegur K Ridwan sambil degan sedikit kecurigaan.
*Hahaha. Curiga jangan jangan Salah satu dari kami pelakunya.
Akupun sudah was was saat itu. Aduh kalau Aku pelakunya, mampus deh
kalau benar-benar Aku… sahutku dalam hati.

Orang-orang sekitar sih kalau saya perhatikan, tidak bakalan percaya.
Tidak bakalan percaya asal baunya dari salah satu dari Kami.
Soalnya diantara kerumunan penumpang yang ada
memang kami yang paling rapi *Rapi tapi bau. haha
Touris lagi! hahaha

Tapi yang tak bisa di elakkan; Bau itu muncul saat kami bertiga maju kedepan.
Artinya, salah satu dari Kami pelakunya!.*Hoakkss. :Hammer:

Aku lihat K Ridwan dan Irsyad sibuk mengecek tapal sepatu mereka.
“Tidak ada, bukan Saya” sahutnya sambil menoreh kepadaku.
Irsyad pun mengerutkan dahi, menaikkah bahunya, isyarat bahwa juga,
bukan dia pelakunya…. mereka di posisi AMAN.

Dan…

Dan…

dannnn, akhirnya waktu memaksa. Ini giliranku untuk mengeceknya.

Membuktikan bahwa aku juga punya alibi tuk mengelak.

Sambil penuh harap dan doa Aku mulai mengecek.

Dan….

Dan benar!

Benar, Akulah penyebabnya. Ada sesuatu yang menempel di alas sepatuku!
haha. Muka Aku memerah. Sumpah! Malu banget rasanya. Hoaaaaa.
Keyakinanku seribu pecent, apa yang menempel di sepatuku itu dia yang Kami cari..
Itu asal bau tersebut. Dan itu yang menyebabkan seluruh isi bus ini, curiga satu
sama lain. hihihi

But, oh NO! Kenapa mesti ada padaku!

Kenapa di sepatuku.

Aku sudah mulai merasakan betul itu DIA yang Kami cari! Yakin!
Jalanku pun sudah sedikit pincang! haha

Aku melirik kesana kemari. Ternyata tak seorangpun memperhatikanku.
Mungkin cuman perasaanku. Tapi Aku coba yakinkan saja,
Meyakinkan cuman aku dan Tuhan yang melihatnya tadi.
*Mencoba mengelak pada takdir yang jelas…

Ditengah keterpurukan seperti ini. Iblis merasuki fikiranku.
“Aku kembali mencoba pura-pura tidak tahu kalau ada….”
Dan Akhirnya Egoku, Iblisku mengalahkanku.
Aku membohongi public Seakan akan, Aku bukan pelakunya.
Tapi sungguh waktu itu aku panic, tidak tahu mesti berbuat apa.

Ajaibnya, Ide bloonku datang. Sengaja Aku tekan dalam
dalam sepatuku, berharap, baunya juga tenggelam.
Padahal ban seperti udaraaa. menembus lubang jarum.
Bodoh bodoh bodoh.
*Ini bukan ajaib, bingung dalam keadaan genting. Hihihi

Yang menyedihkan, dan tak terlupakan dari kejadian itu..
Salah seorang penumpang ibu2 cerewetnya bukan main.
Andai tujuan masih jauh, mungkin saja aku turun, tapi tanggung.
Tinggal sedikit lagi. Tapi waktu yang sedikit itu yang buat aku kesal.
Merasa orang paling bodoh di dunia. Budoh tingkat tinggi….

Tak henti-hentinya Ibu2 itu memaki dan melaknat diriku yang si pembawa bau.
Pokoknya segala macam cercaan dan dia keluarin.
Aku hanya sanggup diam membisu. Apa bolehbuat bu???
Aku tidak sengaja, dan sebentar lagi juga Aku akan turun. Sabar bu… sabar…
Ingin Aku berteriak namun ternyata Aku dari awal salah, tidak jujur mengakuinya.
Tak pernah kubayangkan seandainya dia yang dapat musibah itu! Entah
keputusan aapa yang akan dia ambil.
Tapi kalau kamu apa kira?
*Mungkin saat ketemu nanti Aku masih mengenali Ibu itu, mungkin dia juga
tidak lupa pada paras wajahku. dendamnya kesumat. hehe

Aku mengambil keputusan bodoh. Aku hanya tetap diam membisuu.
membiarkan ibu itu berdosa menuduh sembarangan.
Perbuatanku mungkin kali ini salah. Tapi setidaknya,
Aku di beri pelajaran bagaimana perasaan orang yang terperangkap
di bus dengan bau kotoran yang tidak disengaja, plus cacian ibu2 genit yang minta
ampun menjengkelkan! Gratis lagi! “Malu luar biasa”

Setelah turun barulah Aku ceritakan sama Irsyad dan K ridwan.
Ketwanya minta ampun. sampai mereka berdua sepakat padasatu kesimpulan,
sebaik apapun dan semahal apapun sepatu kalau injak kotoran
anjing akan tidak ada apa apanya.

Jalan kemurakib Kami lalui dengan penuh tawa. Maksudnya, Aku yang di tertawai!
How wonderfull day… hahaaha Aku kembali lega bernafas, sambil menertawai
kejadian yang barusan Aku alami.. hehe

4 thoughts on “Terperangkap; Malu luar biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s