Maulid Nabi Muhammad saw dan Semangat Belajar.

Baru baru ini, tepatya pada tanggal 20 Februari 2010 DP-KKS mengadakan peringatan maulid nabi besar Muhammad saw. Terlepas dari kontapersi ulama antara mebolehkan dan melarang perayaan maulid, penulis hanya ingin memberikan suatu kesimpulan khusus, bahwa perayaan maulid seperti ini seyogyanya mampu memberikan dampak positif bagi kita umat islam selaku umat nabi Muhammad saw secara umum dan untuk Masisir (mahasiswa mesir) yang lagi menuntut ilmu di Mesir secara khusus.

Jika kita kembali menengok sejarah, kita bisa dapati perayaan maulid ini dimulai sejak zaman Dinasti Fatimiyyah, atas usulan pangglima perang, Salahuddin Al Ayyubi (1137M-1193M) kepada khlaifah agar mengadakan peringatan kelahiran Muhammad saw. Tujuannya adalah untuk mengembalikan semangat juang kaum muslimin dalam perjuangan membebaskan Masjid al aqsha di Palestina dari cengkraman kaum salibis di mana kondisi kaum muslimin saat itu sangat memprihatinkan. Mental kaum muslimin sedang jatuh akibat perang. Namun pada akhirnya, peringatan maulid tersebut menghasilkan sebuah pengaruh besar dengan menggeloranya kembali semangat jihad dari kaum Muslimin. Sehingga pada saat itu Salahuddin dan pasukannya mampu merebut kembali Jerussalem dan masjidil Aqsha pada tahun 583 H/1187M dari tangan para sekutu Eropa.

Nah, berangkat dari kilas balik history diatas, sedapat mungkin kita juga mampu memaknai sebuah perayaan maulid nabi Muhammad saw dalam tatanan kita selaku pelajar sebagai sarana untuk membangkitkan spirit dan semangat keilmuan. Semangat juang yang lebih gigih untuk mengkaji lebih dalam segala macam bentuk ilmu pengetahuan. Untuk mengembalikan kejayaan Islam seperti dulu. Karena sesungguhnya sebuah peradaban itu terbangun atas dasar ilmu pengetahuan.

Berbicara soal maulid nabi Muhammad saw dan Semangat belajar, sekarang, dalam tatanan kehidupan kita selaku mahasiswa Al Azhar, marilah kita menjadikan peringata maulid nabi sebagai sarana untuk mengembalikan semangat untuk belajar. Karena bagaimanapun mahasiswa Al Azhar mempunyai tanggung jawab lebih untuk menjadi orang yang multifungsi kelak jika kembali ke Tanah air. Orang tidak akan menanyakan ijazah yang kita bawa tapi mereka akan beranggapan bahwa alumni Mesir adalah pelajar yang lebih faham dalam bidang agama. Jadi, sekali lagi, semangat belajar mari kita hadirkan melalui peringatan maulid sebagai wujud kecintaan kita kepada baginda rasul.

Peringatan maulid nabi besar Muhammad saw juga merupakan sarana untuk mengenang kepribadian beliau. Tingkahlaku, perbuatan, tutur kata serta semangat beliau dalam menegakkan agama Islam. Untuk kemudian kita transformasikan dalam kehidupan kita sehari hari. Allah swt berfirman “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah saw suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (al-Ahzab:21)

Semoga dari tulisan singkat ini, kita semua, khususnya penulis, mampu menjadikan peringatan maulid nabi Muhammad saw sebagai sarana untuk membangkitkan spirit baru . Spirit untuk mencintai rasul dengan mengikuti jejak langkah beliau. Spirit untuk belajar sebagaimana orientasi utama kita berada di Negeri Musa dan Firaun ini. Karena sangat disayangkan jika kecintaan kepada rasul serta semangat belajar tidak ada pada diri kita umat islam dan para penuntut ilmu di negeri yang digelari ummu ddunnya fil ilm, Mesir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s