Kutau’ji

Sudah berapa lama di Kairo? Sudah empat tahun!
Berarti sudah mau selesai dong?
Iya, Alhamdulillah sudah mau selesai….
Kapan pulang? kenapa lama sekali? InsyaAllah, lulus saya pulang….
*padahal saya tau kok, mau oleh2 kan? hehe

Dalam kapasitas saya sekarang sebagai mahasiswa tingkat akhir di Al Azhar. Saya jujur malu pada diri sendiri. Banyak pertanyaan yang di lemparkan pada saya, dan saya tangkap pertanyaannya. Heehe.
Banyak harapan dan tanggung jawab dari penuntutan ilmu ini. Dengan jenjang empat tahun dan gelar sarjana Al Azhar yang di harap mampu memberikan optimalisasi penuh. Penuh. Penuh dan penuh! Dan terakhir banyak pesanan alias titipan dan oleh-oleh yang akan menyertai kepulangan saya. Hehe.

Saya sadar pak!
Saya sadar Ibu… Saya bukan artis *Gag nyambung.Hehe

Iya, saya sadar akan semunya. Akan harapan dan tanggung jawab. Akan tugas dan bagaimana sepatutnya saya sebagai mahasiswa.
Saya juga sadar apa yang saya cari, semuanya belum saya dapati di diri saya. *emangnya nyari apa mass?? pemulung yah? :P*

Yang ada pada diri saya sekarang ini hanyalah sebuah keragu-raguan. Seperti kaum Shopis yang meragukan segalagalanya. Ketakutan seperti orang yang berada diantara dua pilihan yang buruk, dimakan serigala atau jatuh kedalam jurang. Cemas seperti pemain MU yang mengharapkan kemenangan tapi sampai di menit pertambahan waktu score masih seri 0-0. Dan ada penyesalan mesti mati-matian saya tanamkan “Jangan pernah menyesal” Tapi sangat susah saya hindari.

Apa sebenarnya yang telah engkau dapat selama kuliah?
Sudah seberapa dalam engkau menguasai disiplin jurusanmu?
Hingga menulis sebuah ringkasan pelajaran filsafat pun masih terasa sangat berat. Padahal harusnya empat tahun itu, setelah menelaah ratusan buku diktat sudah mampu menghasilkan sebuah pokok pikiran mesti satu lembar saja. Cemooh saya pada diri sendiri.
*Iye puang, kutauji….”

Saya sekarang terperangkap dalam masalah waktu.
Waktu takkan pernah saya kendalikan.
Ia terus bergulir dan tidak akan pernah mau mempedulikan orang. Sombong dan tidak mau tahu urusan saya.
Tidak akan berhenti untuk menunggu ketinggalan saya.
Tidak akan tersenyum jika saja saya menggunakannya dengan baik dan juga tidak akan bersedih melihat tingkah saya yang belakangan ini cuman diliputi kemalasan dan tanpa berbuat apa-apa.
Dan berbahagiaalah orang orang yang tidak pernah memakai kata seandainya….

Ujian dalam catatan waktu tinggal beberapa bulan lagi. Ah, bukan bebrapa. Tapi satu bulan lagi. Sementara pencapaian untuk menyelesaikan sarjana takkan bisa tanpa sebuah usaha yang gigih.
Back to Mukarrar sulit bukan main! Help me! Sepuluh matakuliah plus Alquran empat juz membuatku menyesal, tidur tidak nyenyak, makan tak enak, kenapa belum juga datang semangat itu! Apa sebenarnya yang terjadi. Saya heran seharusnya saya lebih bersungguh-sungguh!

Saat aku menulis ini, keadaanku lagi sadar dan prihatin pada diri sendiri. Iba melihat waktuku yang habis dalam konsep keorganisasian yang melampaui batas. Tenggelam dalam arus propogannda facebook dan bola yang hampir tidak saya sadari, melampaui batas dan tak terkirakan.

Ternyata selama ini bukan saya yang memainkan bola, tapi bola yang memainkan saya. Selalu saja bola. Pagi baca berita bola, siang cerita bola, sore main bola, malam nonton bola, tidurpun kadang mimpi bola. Padahal saya sadar, saya bukan pemain bola. Saya mahasiswa! Saya buka Ibahimovic tapi saya Abdillah Mandar!

Saya mahasiswa Al Azhar yang harus siap terjun payung ke masyarakan.😀 di harap ada sesuatu yang beda dari mahasiswa lain. Seperti kata Dede Mizwar di KCB. Dituntut tau soal agama. Segala lini akan di tanyakan. Dan tidak akan terfokus pada satu bidang Filsafat adau ilmu Kalam seperti jurusanku. Harus tahu Tafsir. Hadits. Fiqh. Sejarah. Sosiologi. Psikologi. Bukan ditanya soal bola dan siapa pemegang champions tahun lalu. Bukan ditanya soal pemain terbaik, Taktik minggu ini. de es be.

Iya, saya sadar…
Saya sadar tapi dasar perbuatan saya tidak tersadarkan.

But Doll, sekarang bukan saatnya lagi sadar.
Bangkit dan raihlah mimpi-mimpimu.
Mimpi itu membutuhkan sentuhan tanganmu di saat ini.
Membutuhkan kerja keraasmu menaklukkan diktat kuliah dan lulus menjadi seorang sarjana! Dont wory. Kecemasan dan segalanya akan berakhir!

“Semoga saja setelah ini hati saya bisa tenang
pikiran saya jernih, dan semangat saya kembali lagi”

3 thoughts on “Kutau’ji

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s