Awal Ramadhan di Mesjid Azhar

Episode aawal ramadhan. Alhamdulillah, cita-cita untuk shalat taraweh di mesjid Al Azhar terwujud. Baru kali ini Aku shalat tarwih disana. Padahal sudah hampir memasuki tahun ke lima Aku berada di Kairo, Aku tidak pernah taraweh disana.

Niat untuk shalat disana sebenarnya sudah ada. Bahkan dari ramadhan tahun kemarin selalu ingin merasakan shalat disana. Namun selalu saja ada hal yang menghalangi. Tapi kali ini benar benar terjadi, dan saya menikmatinya…

Yang mengesankan dari taraweh semalam adalah perjalanan hingga akhirnya Aku bisa taraweh di Mesjid Al Azhar. Aku hampir saja menyerah. Down kayaknya tidak bisa memulai awal ramadhan ini dengan shalat tarwih di Azhar seperti apa yang di inginkan. Tapi karena niat ikhlas dan kemauan yang kuat akhirya tercapai juga, Alhamdulillah.

flash back

Sehari sebelumnya adalah hari bersih berih rumah alias program pembersihan rumah menyambut tamu agung ini. Diantaaran tindak rillnya, menata ulang rumah dan kamar biar srek dan semangat untuk belajar. Perbaiki internet yang sudah lama terputus karena akibat ulah teman yang berniat baik memperbaiki tapi ternyata malah makin parah. dan yang paling berat, mencuci pakaian-pakaian yang ditumpuk selama kurang lebih satu bulan.

Proses ini berlanjut sampai membuat Aku begadang dan tidak tidur. *ya iyalah* hehe maksudku kurang tidur. Lelah dan capek pangkat seribu menjadi akhir cerita di setengah hari sebelum masuk magrib pertama di bulan suci ini…

Nah, dari setengah hari itu, setelah kelar urusan kamar internet dan cucian saya berniat untuk istirahat full karena sebentar malam Aku akan mengawali puasa kali ini dengan tarwih di Azhar. Sebenarnya sih gak ada kelebihan khusus dari rasul tentang mesjid ini, hanya Aku ingin merasakan suasana tarwih disana, sekaligus ingin membangkitkan semangat setelah lama tidak ke Azhar….

Sembari itirahat sambil cerita dengan teman serumah, tiba2 hape Aku berdering, seorang teman dengan janji lama yang Aku bagikan, memintaku untuk menemaninya belanja di seputaran ataba. Pasar murah meriah yang ada di Mesir. Dengan ikhlas dan menimbang karena teman itu gak punya waktu lagi karena dia sebentar lagi mau pulang ke Indo, mungkin hanya kali ini Aku bisa berbuat baik sama dia. Apalagi dia juga bukan teman sekedar teman kok. Sudah Aku anggap saudara juga.

Dan akhrnya Kami pun janjian di suatu tempat. Kemudian berangkat dan memulai survei barangnya dari jam 4 sore. Musim panas yang menyegat, kepadatan pengunjung pasar yang membludak tak jadi halangan. Mencari dan akhirnya menemukan segala apa yang di inginkan. Mulai dari seputaran Husen tembus ke Ataba sampai kami berpisah di bundaran Ali Pasha. Sekitar tiga jam lebih Kami berkeliling.

Singkat cerita…

Selah berpamitan dengannya, yang aku tahu sekarang aku berada di waktu magrib, dengan kondisi lapar, dan tubuh lemas karena seharian belum istirahat, mata dan betis seaakan meronta minta jatah istirahat.

Niatnya sih mau langsung pulang ke katamea. Sudah tidak tahan juga dengan lapar dan sakit di sekujur tubuh. Mungkin saya naik taxi ke sayyidah aisyah dulu setelah itu ke katamea pikirku. Di sayyidah aisyah nanti saya bisa shalat dan makan. Kemudian pulang tidur istirahat. Rencana terancang dengan rapi. Saat itu kalau ibarat film mungkin judul episodenya menunggu.

Atas berkat dan kuasa tuhan jugalah setelah satu jam menunggu taxi karena kebetulan disana cuma ada taxi, ternyata dari sana tidak ada yang ingin ke sayyidah aisyah. Mungkin macet barangkali atau memang suasana ramadhan supir taxi gag mau ambil penumpang yang jarak dekat. entahlah. yang pastinya gak ada taxi yang berhasil aku pinang ke sayyida aisyah.

Dan Akhirnya Azhar jugalah menjadi pelabuhan terakhir. Walau tubuh lemas yang penting ada kemauan pasti Aku mampu. Apalagi ini awal ramadhan, semangat doll. Gumamku dalam hati mencoba meyemangati diri yang sudah hampir KO. Paling tidak untuk kali ini saja. Yah kalaupun nanti ada apa apa, mungkin cuman pingsan saja *error*…

Wal hasil memang malam pertama ini Aku jodoh dengan Azhar. Alhamdulillah mampu bertahan sampai selesai tarwih, meski setiap selesai shalat sempatkan diri memijit betis dan mengelus kepala yang sudah Migren. Raamadhan karimmm, semoga ramadhan kali ini membawa berkah buatku buatmu dan buat Kita semua. Amin.

*NB: Selamat menunaikan ibadah puasa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s