Lulus; Sarjana

Anugerah terindah dalam hidup bermacam dan beragam, salah satunya adalah ketika cita-cita mampu kita gapai. Bukan dilematis tapi sebagai ungkapan haru barangkali, karena kelulusan ini memeberikan banyak arti hidup, arti sebuah perjuangan, cinta, sahabat, kasih sayang dan kebahagiaan.

Satu cita-citaku kini tergapai, aku lulus dan sekarang sarjana. Sebuah kesuksesan simbolik yang memang menjadi tujuan utamaku. Dengan nilai jayyid, sungguh mengharukan. Sebuah nilai sakral apalagi di jurusanku Aqidah filsafat , Setahuku baru dua orang Indonesia yang lulus dengan predikat itu,.Teman teman yang lain banyak yang mengulang, Bahkan dulu, lulus dengan nilai cukup sebenarnya adalah teks doaku. Alhamdulillah tuhan memberikan lebih.

Bahagia ini bukan semata mata karena kelulusan itu saja, lulus mungkin hanya sebahagian saja, lebih dari itu karena, kelulusan ini adalah impian orang-orang yang kucinta. Seperti yang pernah aku katakan.

Jika dulu aku hanya mampu menyemaikan impian buta untuk mereka, sekarang, mereka orang yang aku cinta nyata dengan kebahagiaan ini, mendengar apa yang aku alami, mereka bahagia.Dan aku bahagia melihat mereka bahagia. Sangat simpel kelihatannya. tapi itulah dasar mengapa bahagia ini terasa lebih.

Ibuku adalah orang pertama yang paling bahagia atas semua ini, Orang yang paling pertama aku beritahu akan kelulusan ini. Walau dengan terpaksa hanya mengabarinya dengan sms dari hp temanku.

Aku tahu itu… Ibuku adalah ibu luar biasa di dunia. Dia selalu bangga kepadaku, kata ibu, walau dia hanya lulusan SMP tapi putranya mahasiswa azhar. dan insyaAllah akan jadi sarjana. Motivator luarbiasaku,  di ½ malamnya tak henti bermunajat untukku, anaknya.

Tahukah kamu kawan, di hari kelulusanku air matanya mengalir. menangis mendengar kabar anaknya telah lulus sarjana. Menadakan kedalaman rasa haru yang tak tergambarkan oleh tawa tapi air mata.

Juga adikku, Husnah, yang aku selalu bangga atas dirinya. Orang yang darinya aku tahu ibu menitikan air mata untuk kelulusanku. Aku juga tahu, dia sangat bahagia. Adikku satu-satunya yanga selalu sabar memahami keadaanku, sabar menjadi adik seorang kakak yang bodoh dan keras kepala. yang tidak mau faham jika setelah kepergian ayah beban ada di pundaknya.

Untuk kalian berdua kupersembahkan kelulusan ini….

Dan juga tuk orang-orang dekatku, Sahabat karib yang menuakin ucapan selamat dihari kelulusanku. Tiada henti menyemangati dan menemani perjuanganku, Sahabat luar biasa yang aku miliki, setia mengikutkan namaku ditiap doa doanya, terima kasih untuk kalian; atas doa, semangat dan semuanya.  Terimakasih….

Kelulusan ini anugerah ilahi yang luar biasa bagiku meski hanya menghasilkan selembar kertas ijazah dan title Lc yang aku ragu mampu untuk mengembannya. Bagi sebagaian orang , aku tahu ini biasa saja Bukan hal yang “wah” tuk di ceritakan, tidak menjanjikan apa apa untuk masa depan.

Itu memang benar, karena kelulusan ini tidak menjanjikan harapan duniawi . Takkan ada janji harta apalagi tahta dari lembaran ijazah ini, Takkan ada kepastian masa depan dari gelar sarjana ini. Yang pasti hanya kelulusan itu sendiri,Dan kebahagiaan yang sekrang Aku rasakan.

9 thoughts on “Lulus; Sarjana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s