Mohon maaf lahir dan batin 1432 H

Judul tulisan terakhir selamat idul fitri 1431 H. menandakan sudah hampir satu tahun blog ini tidak pernah terjamah. ibarat makanan, mungkin sudah basi. Hehe.

Sekarang 30 ramadan yang bertepatan dengan tanggal 1 syawal. Hehe. Mungkin agak rancuh kedengarannya. Mungkin salah. Tapi itu fakta yang terjadi di Negeriku, Indonesia. Penentuan hari raya idul fitri ditahun ini kembali membingunkan masyarakat.

Di saat di mana semua pemuka agama berdialog dengan keputusan untuk saling menghargai pendapat masing masing. Di saat di mana semua ahli fiqih dan falak berbeda pendapat dan saling melapangkan dada untuk menerima toleransi, namun tetap masih orang biasa seperti kami masih belum bisa secara penuh menerima mengapa mesti di hari kemenagan ini, di era keterbukaan ini, di abad yang canggih dan penuh dengan peralatan yang modern, kita, umat islam masih belum bisa bersatu.

Akupun sangat menghargai bagaimana setiap tokoh-tokoh agama dengan tegas menghimbau kepada bawahannya untuk tidak saling menyalahkan. lewat media massa dengan suara yang lantang di intrupsikan agar setiap warga mampu menerima perbedaan. Mungkin sebagian bisa, tapi sebagian lagi, yang lebih besar dari yang menerima masih terperangkap dalam berbagai macam tanda tanya, mengapa? kenapa? bagaimana? serta tak sedikit yang jatuh terjerumus dalam perangkap saling menyalahkan dan menganggap diri yang paling benar.

Ini hanya uneg-uneg semata buat pribadi sendiri. Kita umat islam mempunyai pemuka agama, ulama, kiyai, tokoh yang tidak diragukan kapasitasnya dalam bidang agama. Saya sangat percaya, bahwa problem tentang penentuan perbedaan seperti ini bisa di carikan solusinya. Bisa ditentukan teori standar Hisab dan Ru’yah yang menjadi landasan perbedaan serta menyepakati standar yang semua golongan menerimanya. Hadits yang menjadi landasan dalil tiap tiap Ormas bisa di kaji dan di Tarjih sehingga kita bisa mempunyai standar yang sama. Saya sangat yakin dengan itu. Dan yang pasti semuanya melapangkan dada, dan menghilangkan sifat fanatik ketika satu yang lebih benar telah ditemukan. Sebab didalam dua perberbedaan ini, pasti ada satu yang benar. Memang ada benarnya bahwa perbedaan itu adalah rahmat, tapi kebersamaan dan persatuan serta kebingungan masyarakat awam pun juga diatas segalanya.

Berharap tahun2 mendatang kita bisa merasakan suasana kemenagan yang sama, di hari yang sama, merasakan sama sama nikmatnya lebaran. Umat islam kembali bersatu, bukan hanya untuk standar indonesia saja, tapi dunia Islam secara menyeluruh.

Serta betul terwujud kaedah fiqhiya bahwa “Hukmul hakim lazim wa yarfaul hilaf” Keputusan pemerintah mengikat dan menghilangkan perbedaan. Bukan untuk tidak di ikuti.

Buat saudaraku yang lebaran hari ini, selamat idul fitri yah, semoga lahir batin kita kembli fitrah. Taqabbalallahu minna waminkum.

*sambil bakar petasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s