Latihan Peka

Akan tiba saatnya di mana semua yang akan kamu jalani kamu pertimbangkan dengan matang, dan ketika hal itu terjadi padamu, maka itu berarti kamu telah dewasa. Berusahalah tetap mempertimbangkan setiap hal, baik itu kecil maupun besar. Tidak sepenuhnya serius sob, namun hal ini memerlukan latihan panjang untuk menempatkan setiap hal pada tempatnya, termasuk canda dan tawa kita. Hingga ditahap ini, kita akan bisa dewasa dan bijaksana.

Perjalanan panjang kehidupan akan memberikan kita banyak peristiwa yang sayang kalau kita tidak mengambil hikmat disetiap detik perjalanan itu. Jangan menganggap enteng hal yang kelihatan sepintas namun ternyata bisa memberi kita pelajaran. Tidak akan pernah seseorang mampu menebak darimana datangnya pelajaran kehidupan. Tapi banyak dan sedikitnya apa yang kita dapat itu bisa kita usahakan dengan jeli melihat apa yang kita bisa ambil dari alam sekitar. Toh dari alamlah filosof pertama thales mampu menyingkap hikmah, meski hanya sampai tenar dengan fikiran air sebagai sumber kehidupan-nya.

Akan aku ceritakan, betapa naifnya Saya dan teman teman sekelas waktu sma ketika guru kami menguji dan mengajarkan tentang bagaimana menghargai sesuatu. Waktu itu, secarik kerta dan spidol merah dikeluarkan dari saku bajunya, dan dengan singkat bertanya kepada kami muridnya, apa ini? sambil menunjukkan sebuah kertas HVS yang telah diberi titik merah pas dipertengahaannya. Itu titik ust… jawab salah satu teman. Bukan! itu merah ust… jawab yang lainnya. Hmm itu titik warna merah ustd….

Tanpa banyak menunggu kemudian, guru kami menjelaskan, bahwa nanti dikemudian hari, kalian semua akan melihat dan mendapatkan kebanyakan orang yang hanya mampu melihat dan terfokus atas sesuatu yang kecil dan melupakan sesuatu yang lebih besar. Kalian hanya terpaku kepada titik merah tanpa mau memperhatikan betapa lebih luasnya warna putih yang ada di kertas ini. Manusia akan selalu terpaku kepada hal yang sedikit nan kecil atas kelalaian sekitarnya, atas kesalahan sahabat dan teman temannya bahkan saudaranya tanpa mau melihat jauh lebih besar akan ada hal yang luar biasa yang dapat kita petik dari perbuatan itu. Ada hal yang lebih besar dan lebih mulia yang pernah saudara dan sahabat kita lakukan tapi tidak pernah, sekalipun, kita memberikan apresiasi terhadap itu. Karena kita tidak mampu merasakan nilai pelajaran atas hal yang ada.

Kebetulan cerita yang hampir buram ini kembali terlintas dalam benak saya. Tanpa sadar, karena tergesa-gesa mencari alamat seorang teman saya melalaikan seorang tukang ojek yang saya tempati bertanya. Saya sangat kesal karena saya tidak di gubris sedikitpun ketika saya bertanya tentang alamat itu padahal saya yakin dia sangat tahu daerah tersebut. Hingga akhirnya saya tersadar, ketika kemudian saya mendapatkan tukang ojek yang lain yang menyadarkan saya.

“Pak, mauka tanya, perumnas Sudiang Jl Maros dimana pak? tutur saya dalam logat Makasar

Seketika itu juga tukang ojek yang saya tempati bertanya mengajarkan saya. “dek, kalau bertanyaki matikanki dulu motorta baru dekatki ke orang yang mau kita tanyaki” tuturnya. Dan seketika itu pula saya menyadari bahwa ketidak relaanku atas perlakuan tukang ojek sebelumnya itu adalah apresiasi yang pantas atas ketidak sopananku ketika ingin bertanya. Saya sendiri menjadi malu, karena hanya melihat sisi buruknya yang barangkali orang yang cuek tadi lebih mulia daripada Saya. Dia hanya ingin memberikan pelajaran bagi saya dalam diamnya, bahwa sesungguhnya siapapun manusia di dunia ini berhak atas perlakuan baik dan sopan.

Tetap berusaha untuk menjadi baik. Semoga bisa bijaksana dalam menilai hal hal yang terjadi disekitar kita. Ini juga merupakan perintah membaca ayat Tuhan menurut saya. Ayat kauniah, tentang pelajaran alam yang terbentang luas, muridnya hanya kita sendiri dan gurunya adalah selain kita, termasuk setiap manusia yang kita jumpai. Latihan Peka.

Belajar peka dan pertimbangkan, apa yang saya lakukan ini berdampak baik bagi saya ataukah tidak. Bagaimana ke orang lain. Apakah tidak membuat sakit hati atau tidak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s