Ceritanya doDoL (part2)

Menulislah supaya eksis. Menulis supaya Abadi. Menulis supaya supaya supaya… dan banyak lagi yang lain, yang bisa jadi semangat. Tapi selain dari hal hal tadi, ternyata ada juga yang mampu mendorong kita untuk menulis. Menulislah, karena ada yang nungguin ceritamu. Susahnya bukan main. Bukan karena referensinya yang kurang, tapi mungkin karena temanya yang begitu fleksibel, “Dodoll nulis dodoll”. hihihi.

Tema ini terangkat dari sambungan cerita dodol (part1). Melengkapi satu orang lagi cerita tentang teman-temanku yang kuliah di Kairo. Dalam hal ini tidak lain adalah diriku sendiri.

Gak tahu juga mulai darimana yah. Ah sok pusing. Tapi gak apa apa deh. Kali ini kesempatan berharga untuk Puji Ale (Narsis:D). *Bisikku dalam kalbu* Who dodoll? Why dodoll?? What hapen with dodoll? yah sekurang kurangnya jawaban dari pertanyaan tadi akan mewakililah sedikit pengetahuan antum antum sekalian tentang dodoll. *antum antum?? antum aja kalee* hihihi.. tapi mesti jujur dan tidak sombong, tawadhu dan penuh rasa wara, aku katakan, sebenarnya dan sesungguhnya, dodoll itu, dodoll itu. dodoll itu… Dodoll. *halah*

Ywdah, mulai. Mai introjus mai selp. mai nam is Abdillah. yu kan kol mi dodoll. *gaya lu doll pake bahasa yunani segala* hihihi. jadi gitu bro. Nama asliku Abdillah. Ada sejarahnya. Konon di tahun 1987 terlahir seorang bayi yang di beri nama Abdillahmandar. Nama tersebut di ambil dari nama seorang syekh Madinah yang datang ke mandar tuk menyebarkan agama Muhammad, Syekh Abdillah.*untung bukan syekh Fuji* hihihi…

Nah, terinspirasi dari syekh tersebut, ayah dari ayahku memberi nama anak dari anaknya, Abdillah. ditambah Mandar, karena lahir di tengah suku Mandar. Tapi, mandar perlahan hilang karena waktu lulus TK ijazahnya bertuliskan Abdillah saja. Aus dikikis derasnya ombak zaman. *bueh..gayamu doll*.

Dengan nama tersebut, besar kali panjang, tinggi kali lebar, sang Kakek berharap, kelak, semoga, mudah mudahan, sebagai doa, cucunya dapat seperti sang syekh Abdillah, jadi pejuang suci, penyebar agama Islam. Pejuang islam dengan segenap jiwa raga lillahi taala….*kalimat ibu gak gini banget, yang jelas, kata ibu, sayalah harapan kakek* du du du duu duuu…

itis about mai nem. ar yu andesten?? wacakana….

Lanjut doll. Nama kamu bagus, kenapa bisa jadi dodoll?? ini nih pertanyaan yang sering megiris mengundang. Kayaknya sudah turun minum aku mengelak, selalu aja dipaksa tuk jelasin semuanya. Padahal kalau di akal-akalin gak jauh jauh amat tuh, nama dodol dari Abdillah. Gini, Abdillah bisa dipanggil Dil, diplesetin aja tuh vokal “i” ganti dengan “o” jadi Dol. Gak ada masalah kan? Kalau Abdul waris trus dipanggil Ballo, Arif dipanggil zub-zub. Icca di panggil Jambul… baru deh bisa ditanyakan. Kok namanya gitu?? darimana dapatnya?? Secara, dilihat dari ilmu Naw dan Sarf, jauh boo. Gak ada dasar kata sama sekali. Konteksnya jauh dari induk bahasanya. *Maaf Waris, maaf rif, maaf icca edisi ini namamu ikut lagi* hihihi…

Ah tapi emamng kayaknya gak shark yah kalau gak tau asal muasal nama dodoll. yah dengan berat kibdah yang harganya 12 satu kilo. Meski merajang durja aku ceritakan asal muasal namaku sekali lagi, demi Antum, ngelakuin apapun aku rela. *Suit suit…*

Dari derasnya hidup yang menerpa. Ada tiga riwayat, asal muasal nama dodoll, riwayat pertama, sebutan dodoll berasal dari hobby doyan makan dodol garut. *berharap suatu saat, yang baca tulisan ini, bingkisin dodol sebagai hadiah:D* Diriwayat yang lain, dilain riwayat, trambil dari Qaidah ushul *Qaedah dari hongkong:D* ” pohon jatuh tak jauh dari buahnya, upss, kebalik, buah jatuh tak jauh dari pohonnya” Artinya gini, gelar dodol itu ibarat buah. Nah, Abdillah pohonnya. So?? jadi gitu Abdillah jadi dodoll karena memang Abdillah itu dodoll…hihihi Paham gak?? kalau gak faham aku ulang, kenapa bisa dodoll. Karena Abdillah dodoll, maka di namakanlah ia dodoll (sebutan buat orang yang lemot, tolol, bodoh, pokoknya yang jelek jelek gitu) *PUAS!!! tukul mode on* apa??? masih gak ngerti juga?? ah dodol lu. hihihi…

Wa akhiran, dan yang terakhir, ini berasal dari teman di Mapek, namanya Akbar, alias kebba. Nah, riwayatnya gini, kami sekamar lagi asyik makan dodoll. eh, tiba tiba dia histeris mangill aku dodoll. pas aku tanya siapa yang kamu panggil? saya? iya jawabnya sambil maksain buka bajuku untuk meyamakan dodol dengan bekas cacar yang ada di pundakku. Katanya, bekas cacar itu persis mirip dodol yang ia makan…hihihi. *sekalian aja makan pundakku, biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh* Jengkel banget waktu itu. seakan mau lari ke Akbar sambil bawain cermin dan berteriak, NGACA LO! *seakan aja, tapi gak jadi* hihihi….

Warajjahna riwayatu rrabiah. dan riwayat yang keempat yang kami rajihkan. *gak nyambung* hihihi.

Tentangku, secara pribadi, aku seperti yang dari awal saya katakan, fleksibel. *Cieeeh* Demi sebuah pemahaman yang baik, aku berikan ibarat. Fleksibel maksudnya disini, ibarat intan permata, dari sisi manapun memancarkan kilauan indah nan memikau. *Pe-de abis mode on* Atau sekurang kurangnya, tuk lebih jelasnya lagi. dodoll itu Handsome, kalau dilihat dari segi face. Rajin dari segi ke ilmuan. Sweet kalau dilihat dari bawah. Funny dari samping kanan. Happy dari kiri. Silly dari atas…hihihi pokoknya yang baik baik lah. Clever, knowledgeable, realistic, foreverrrr de el el….*Pasti yang lain pada emosi nih, sorry, its real, fakta dan bukan opini* hihihi… Gini nih enaknya kalau nulis soal diri sendiri. Mau mau mau mau GUE. hihihi.

Sadar dan patuh dibarengi tau diri. Jujur ini sangat tidak subyektif. Suer. sumpah. tidak semuanya nyata di dalam diri dodol. Yang pasti aku adalah manusia biasa juga yang tak luput dari salah dan dosa. prinsipnya, mungkin, mau apalagi nasi udah jadi bubur. terpaksa saja kujadikan bubur ayam. biar makin enak rasanya. apalah daya aku dah terlanjur janji untuk tulis tentang diriku, lebih baik aku tulis yang baik-baiknya saja, siapa tahu ada yang naksir. hihihi….

Wa ala ragmi, tak ada gading yang tak retak. artinya, hanya nabi Muhammad yang ma’sum. yang terjaga dari kesalahan dan kekurangan. Dodoll hanyalah manusia biasa. Apa adanya. Semua yang kamu dengar dari teman, kerabat, sahabat keluarga, bahkan musuh sekalipun, Itulah Aku. Dengan beberapa kelebihan dan sedikit kekurangan akulah seorang makhluk tuhan yang paling gagah…hihihi. *over pe-de…* Kalau ditulis kekuranganku, sadar kok, meski lautah sebgai tinta, pepohonan sebagai pena, akan habis air laut, dan akan punah pepohonan, belum juga habis kekurangannya dodoll. *Kasihan mode on. Hiks*

Sudah ah, jadi enak. Tulis diri sendiri ternyata mengasyikkan juga. Kalau ada yang iri. Sana! tulis juga tentang dirimu. Jangan banyak comment. Ini Fesbook aku. jadi semau aku dong mau nulis apa…. *canda bro* hihihi.. Ntar, kalau misalkan ada yang “kurang cocok” dengan beberapa hal diatas, atau seakan ada yang aku lebih-lebih-in, silahkan comment di bawah. tulis sepuas puasnya. Asal dengan tata krama dan sopan santun. Kritik boleh, asal membangun. Kalau mencela, jangan berlebihan. ntar di delete. hihihi. *piss bro, berlebihan jg gak apa apa, disini gak ada delete2an*

So, skali lagi, apa yang kamu tahu tentang aku. Posting aja di bawah. Nah, nah! yah, yah! ada hadiahnya lho… tit tit tittt……. *sensorr * Tobat ah tabur janji. Mo lunasin di dunia susahnya minta ampun. Di akhirat lebih tidak mampu lagi… Hikss. Nulis edisi ini susahnya minta ampun, tapi tak ada pilihan lagi dah, terlanjur janji. Meski sadar layak publis atau tidak, di layak-in aja deh. Fesbuk fesbuk aku. Tulisan tulisan aku. hihihi. *maaf kalau ada kata yang kurang berkenan*

*tulisan ini sudah di publis di Facebook

-dodoll-
26 Mei 2009
Kattamea satujam, sebelum dan sesudah shalat Jumat.
Antara ragu dan bimbang, posting gak yah?? namun akhirnya di posting juga….

2 thoughts on “Ceritanya doDoL (part2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s